DDoS Attack : Cara Mencegah dan Mengatasinya

by Oct 26, 2022Security0 comments

Radnet Digital Indonesia

Radnet Digital Indonesia adalah perusahaan yang bergerak pada bidang layanan solusi digital untuk pengembangan bisnis atau kebutuhan pribadi Anda.

26/10/2022

Mengenal DDoS Attack

DDoS Attack (Distributed Denial of Service) merupakan salah satu bentuk ancaman siber yang dapat menyebabkan gangguan serius terhadap layanan online. Serangan ini dilakukan dengan membanjiri sumber daya jaringan, seperti server atau situs web, menggunakan lalu lintas yang tidak lazim. Akibatnya, layanan menjadi lambat atau bahkan lumpuh total, sehingga tidak dapat diakses oleh pengguna yang sah.

Serangan DDoS umumnya terjadi karena sejumlah sistem telah berhasil diretas oleh peretas dan digunakan untuk mengirimkan trafik dalam jumlah besar ke target tertentu. Oleh karena itu, memahami metode pencegahan dan mitigasi serangan DDoS sangat penting bagi pemilik situs web, bisnis online, maupun pengelola infrastruktur digital.

Metode Mitigasi DDoS Attack

Untuk mengatasi serangan DDoS, terdapat beberapa metode mitigasi yang bisa diterapkan, antara lain:

  1. Menggunakan Content Delivery Network (CDN)
    CDN membantu mendistribusikan lalu lintas ke berbagai server, sehingga mengurangi beban pada server utama dan mencegah serangan DDoS yang terpusat.
  2. Menggunakan Reverse Proxy
    Reverse proxy dapat menyembunyikan alamat IP asli server, sehingga pelaku serangan tidak dapat langsung menargetkan server utama.
  3. Menggunakan Proxy High Availability (HA)
    Dengan menggunakan proxy HA, lalu lintas dapat dialihkan ke beberapa server untuk mengurangi risiko downtime akibat serangan DDoS.
  4. Menerapkan Pertahanan Berlapis
    Penggunaan sistem keamanan berlapis sangat penting untuk mencegah serangan DDoS. Hal ini melibatkan berbagai teknologi keamanan seperti firewall, VPN, sistem deteksi intrusi (IDS), dan filtering konten.

Cara Mencegah DDoS Attack

Selain metode mitigasi, langkah-langkah pencegahan juga perlu diterapkan untuk mengurangi risiko serangan DDoS. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

1. Monitoring Aktivitas Traffic Secara Berkala

Melakukan pemantauan terhadap aktivitas lalu lintas situs web secara berkala adalah langkah awal yang penting. Dengan memahami pola lalu lintas normal, Anda dapat dengan mudah mengenali adanya lonjakan yang mencurigakan yang berpotensi menjadi indikasi serangan DDoS.

2. Menyediakan Kapasitas Bandwidth yang Cukup

Pastikan bahwa server atau layanan online Anda memiliki kapasitas bandwidth yang cukup untuk mengatasi lonjakan lalu lintas secara tiba-tiba. Menyediakan bandwidth ekstra di atas rata-rata kebutuhan normal dapat membantu dalam menghadapi peningkatan lalu lintas yang tidak terduga.

3. Menerapkan Proteksi Keamanan yang Berlapis

Perkuat keamanan server, jaringan, dan aplikasi Anda dengan sistem proteksi yang berlapis. Beberapa langkah yang bisa diterapkan antara lain:

  • Menggunakan Firewall – Firewall dapat membantu menyaring lalu lintas berbahaya sebelum mencapai server utama.
  • Anti-Spam dan Content Filtering – Teknologi ini membantu menyaring lalu lintas yang mencurigakan dan mencegah akses dari sumber yang tidak dikenal.
  • Virtual Private Network (VPN) – VPN dapat digunakan untuk mengenkripsi lalu lintas jaringan sehingga lebih aman dari serangan siber.
  • Sistem Deteksi dan Pencegahan Intrusi (IDS/IPS) – IDS/IPS dapat membantu mendeteksi aktivitas mencurigakan dan mencegahnya sebelum menyebabkan kerusakan lebih lanjut.

4. Menggunakan Layanan Keamanan DDoS Protection

Beberapa penyedia layanan cloud dan hosting menawarkan perlindungan khusus terhadap serangan DDoS. Layanan ini biasanya mencakup analisis lalu lintas secara real-time, mitigasi otomatis, serta filter keamanan yang dapat memblokir serangan sebelum mencapai server utama.

5. Mengonfigurasi Pengaturan Server dengan Optimal

Melakukan konfigurasi server dengan tepat dapat membantu dalam mencegah dampak serangan DDoS. Beberapa langkah yang dapat diambil termasuk:

  • Membatasi jumlah koneksi per IP untuk menghindari akses berlebihan dari satu sumber.
  • Mengaktifkan fitur rate limiting agar server tidak kelebihan beban akibat banyaknya permintaan dalam waktu singkat.
  • Menonaktifkan layanan yang tidak diperlukan untuk mengurangi risiko eksploitasi keamanan.

6. Membuat Rencana Pemulihan (Disaster Recovery Plan)

Jika serangan DDoS terjadi, memiliki rencana pemulihan yang baik akan membantu dalam mempercepat pemulihan layanan. Beberapa hal yang bisa dipersiapkan antara lain:

  • Backup data secara rutin agar data tetap aman.
  • Menyediakan server cadangan untuk mengalihkan lalu lintas jika diperlukan.
  • Berkoordinasi dengan penyedia layanan internet (ISP) untuk bantuan mitigasi serangan.

Kesimpulan

Serangan DDoS adalah ancaman serius yang dapat mengganggu operasional bisnis dan layanan online. Oleh karena itu, penting untuk menerapkan strategi pencegahan dan mitigasi yang tepat. Dengan melakukan monitoring lalu lintas secara rutin, menyediakan kapasitas bandwidth yang cukup, serta mengadopsi sistem keamanan berlapis, risiko serangan DDoS dapat diminimalkan.

Selain itu, penggunaan layanan keamanan tambahan seperti CDN, reverse proxy, dan proteksi DDoS dari penyedia layanan cloud dapat membantu dalam menangani serangan dengan lebih efektif. Dengan kombinasi strategi pencegahan yang baik dan kesiapan menghadapi serangan, bisnis dan layanan online Anda akan lebih terlindungi dari ancaman DDoS di masa depan.

Mungkin anda juga suka . . .

0 Comments

Submit a Comment